{"id":1789,"date":"2025-08-01T13:44:20","date_gmt":"2025-08-01T06:44:20","guid":{"rendered":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/?p=1789"},"modified":"2025-08-01T13:44:24","modified_gmt":"2025-08-01T06:44:24","slug":"baca-ini-sebelum-pakai-ai-panduan-penggunaan-ai-di-perguruan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/?p=1789","title":{"rendered":"BACA INI SEBELUM PAKAI AI: PANDUAN PENGGUNAAN AI DI PERGURUAN TINGGI"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI banyak diperbincangkan oleh masyarakat termasuk di lingkungan pendidikan tinggi. AI sebagai teknologi yang dapat menghasilkan konten-konten serupa atau mirip dengan buatan manusia (teks, gambar, video), membawa perubahan perilaku sivitas akademika dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Namun, seiring dengan kemudahan yang diberikan, AI juga membawa tantangan nyata yang berterkaitan dengan integritas akademik, seperti plagiarisme, bias data, dan fabrikasi. Tidak hanya itu, Melisa et al.(2025) menyebutkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap AI juga dapat menghambat kemampuan mahasiswa dalam mengavaluasi secara kritis <em>(critical evaluation)<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, penggunaan AI bukan berarti tidak diperbolehkan sama sekali. Sebaliknya, penggunaan AI seharusnya dibarengi dengan dorongan institusi terhadap implementasi literasi digital, penguatan kebijakan integritas akademik, dan membangun budaya integritas akademik di lingkungan perguruan tinggi (Fowler, 2023). Sehingga penggunaan AI dapat dipertanggungjawabkan dan membantu menyelesaikan berbagai macam tugas secara etis.<\/p>\n\n\n\n<p>Buku <strong>Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi <\/strong>merupakan salah satu referensi penggunaan AI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Buku yang terbit pada tahun 2025 ini cocok dibaca oleh dosen, mahasiswa, pengelola, dan\u00a0 penyelenggara pendidikan tinggi. Adapun isi\/bahasan dari buku tersebut meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Bab I Pendahuluan<br>Menjelaskan latar belakang munculnya teknologi GenAI, tujuan penyusunan buku panduan, serta urgensi pemanfaatannya dalam pembelajaran. Bagian ini juga menguraikan tantangan yang muncul dari penggunnaan GenAI, seperti risiko plagiarisme, kesenjangan akses teknologi, dan bias data.<\/li>\n\n\n\n<li>Bab II Pengantar Teknologi GenAI<br>Bagian ini memperkenalkan prinsip kerja GenAI, jenis-jenis aplikasi (teks, gambar, video, suara, dan kombinasi), serta klasifikasi penggunaannya bagi mahasiswa, dosen, maupun institusi. Selain itu bab ini juga menampilkan contoh aplikasi populer seperti ChatGPT, Gemini, DALL-E, dan Sora yang bisa dimanfaatkan untuk pendidikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Bab III Tantangan, Literasi, dan Etika GenAI di Lingkungan Perguruan Tinggi<br>Mengupas risiko dan dampak etis dari penggunaan GenAI, mulai dari bias algoritma, penyalahgunaan untuk plagiarisme, hingga pelanggaran hak cipta. Pembaca diberikan pemahaman mengenai etika penggunaan GenAI berbasis rekomendasi UNESCO agar pemanfaatannya tetap menjunjung tinggi integritas akademik.<\/li>\n\n\n\n<li>Bab IV Penggunaan GenAI di Lingkungan Perguruan Tinggi<br>Bagian ini bersifat aplikatif, memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dan dosen dalam memanfaatkan GenAI, seperti:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghasilkan ide tulisan, ringkasan, dan presentasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan materi ajar yang adaptif dan kreatif.<\/li>\n\n\n\n<li>Membuat latihan dan evaluasi pembelajaran yang lebih interaktif.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Bab V Pembinaan dan Pencegahan Penyalahgunaan GenAI<br>Bab V menjelaskan tentang strategi pembinaan literasi AI di kampus, pencegahan penyalahgunaan teknologi, serta integrasi GenAI dalam kurikulum agar dimanfaatkan secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.<\/li>\n\n\n\n<li>Bab VI Kesimpulan dan Penutup<br>Sebagai bab penutup, bagian ini menyajikan rangkuman tentang potensi GenAI sebagai katalisator inovasi pembelajaran, sekaligus menekankan pentingnya pengawasan, etika, dan kebijakan yang adaptif untuk menghadapi perkembangan teknologi yang dinamis.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Jadi tunggu apa lagi? Yuk, akses buku <strong>Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi <\/strong><a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/kemdiktisaintek.go.id\/epustaka\/122191\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/kemdiktisaintek.go.id\/epustaka\/122191\" target=\"_blank\">di sini<\/a> dan jadilah bagian dari sivitas akademika yang unggul, inovatif, dan berintegritas di era AI. <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9b9fa2\" class=\"has-inline-color\">(Tw)<\/mark><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-dots\"\/>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Buku-panduan-penggunaan-genAI-pada-pembelajaran-di-perguruan-tinggi-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1793\" style=\"width:190px;height:269px\" width=\"190\" height=\"269\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-dots\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table><tbody><tr><td>Judul<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td>Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi<\/td><\/tr><tr><td>Penyusun<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td>Berry Juliandi, Khairul Munadi, Abdul Haris, Nizam, Sri Suning Kusumawardani, Dewi Wulandari, Paulina Pannen, F. Astha Ekadiyanto, I Made Wiryana, Ayu Purwarianti,Syukron Abu Ishaq Alfarozi<\/td><\/tr><tr><td>Format<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td>PDF<\/td><\/tr><tr><td>Penerbit<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td>Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi<\/td><\/tr><tr><td>Tahun Terbit<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td>2025<\/td><\/tr><tr><td>Tempat Terbit<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td>Jakarta<\/td><\/tr><tr><td>Jumlah halaman<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td>137 hlm.<\/td><\/tr><tr><td>Bahasa<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td>Indonesia<\/td><\/tr><tr><td>Akses buku<\/td><td><strong>:<\/strong><\/td><td><a href=\"https:\/\/kemdiktisaintek.go.id\/epustaka\/122191\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/kemdiktisaintek.go.id\/epustaka\/122191<\/a><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Fowler, D. S. (2023). AI in Higher Education: Academic Integrity, Harmony of Insights, and Recommendations.\u00a0<em>Journal of Ethics in Higher Education, 3<\/em>, 127\u2013143. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.26034\/fr.jehe.2023.4657\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/doi.org\/10.26034\/fr.jehe.2023.4657<\/a>\n\nMelisa, R., Ashadi, A., Triastuti, A., Hidayati, S., Salido, A., Luansi Ero, P. E., Marlini, C., Zefrin, Z., &amp; al Fuad, Z. (2025). Critical Thinking in the Age of AI: A Systematic Review of AI\u2019s Effects on Higher Education. Educational Process: International Journal, 14, 1\u201322. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.22521\/edupij.2025.14.31\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/doi.org\/10.22521\/edupij.2025.14.31<\/a> <\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI banyak diperbincangkan oleh masyarakat termasuk di lingkungan pendidikan tinggi. AI sebagai teknologi yang dapat menghasilkan konten-konten serupa atau mirip dengan buatan manusia (teks, gambar, video), membawa perubahan perilaku sivitas akademika dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Namun, seiring dengan kemudahan yang diberikan, AI juga membawa tantangan nyata yang berterkaitan dengan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/?p=1789\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":"[]"},"categories":[8,6,18,20],"tags":[84,106,104],"class_list":["post-1789","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-berita","category-buku","category-review","tag-artificial-intelligence","tag-generative-ai","tag-rekomendasi-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1789"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1800,"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1789\/revisions\/1800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/library.poltekssn.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}